Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Mangupa dalam Penguatan Praktik Pemenuhan Gizi Baduta sebagai Upaya Perbaikan Status Gizi
DOI:
https://doi.org/10.24076/swagati.2026v4i2.2901Keywords:
children under two years of age, family nutrition, local wisdom, Mangupa, community empowerment, coastal communitiesAbstract
ABSTRAKSI
Masalah gizi pada anak usia di bawah dua tahun (baduta) di kawasan pesisir masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Kondisi ini dipengaruhi oleh praktik pemberian makan yang belum sesuai, pemanfaatan pangan lokal bergizi yang belum optimal, serta belum dimanfaatkannya kearifan lokal sebagai bagian dari strategi edukasi kesehatan keluarga. Di sisi lain, masyarakat pesisir Kota Medan memiliki kearifan lokal Mangupa yang mengandung nilai-nilai tanggung jawab keluarga, pengasuhan anak, gotong royong, kesehatan, dan kesejahteraan yang berpotensi mendukung perubahan perilaku dalam pemenuhan gizi baduta. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal Mangupa sebagai pendekatan edukatif untuk memperkuat praktik pemenuhan gizi baduta di wilayah kerja Puskesmas Medan Labuhan, Kota Medan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif-partisipatif dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas ibu baduta, anggota keluarga, dan kader Posyandu. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan berbasis kearifan lokal, diskusi interaktif, demonstrasi praktik pemberian makan baduta, serta pendampingan keluarga. Efektivitas program dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan Paired Samples t-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 60,29 ± 11,26 pada pre-test menjadi 88,66 ± 6,81 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 28,37 poin (p < 0,001). Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman peserta mengenai praktik pemberian makan baduta, pemanfaatan pangan lokal bergizi, serta penerapan nilai-nilai Mangupa dalam pengasuhan anak dan pemenuhan gizi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal Mangupa mampu menghasilkan model edukasi yang lebih kontekstual, partisipatif, dan mudah diterima masyarakat, sehingga berpotensi menjadi strategi pemberdayaan keluarga yang berkelanjutan dalam mendukung praktik pemenuhan gizi baduta di kawasan pesisir.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SWAGATI : Journal of Community Service

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

