Strategi Komunikasi Politik Respati Memenangkan Pilkada Solo 2024 dalam Waktu Singkat

Authors

  • Budi Ananto Universitas Sebelas Maret (UNS)
  • Prahastiwi Utari Universitas Sebelas Maret
  • Eka Nada Shofa Alkhajar Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.24076/pikma.2026v8i2.2203

Keywords:

Politic communication, gibran, legitimasi, Solo

Abstract

Kemenangan Respati Achmad Ardianto dalam Pilkada Kota Surakarta tahun 2024 menarik perhatian karena diraih dalam waktu kampanye yang relatif singkat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi komunikasi politik yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor komunikasi yang mendukung keberhasilan Respati, khususnya dalam konteks dukungan tokoh nasional, kerja relawan, serta kekuatan koalisi partai politik. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui pengumpulan data dari dokumentasi kampanye, observasi media, serta wawancara mendalam dengan tim sukses dan konstituen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Respati mengoptimalkan dukungan simbolik dari Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka, yang memperkuat legitimasi politiknya. Kemudian, kerja masif para relawan serta dukungan KIM Plus memperkuat jaringan komunikasi dan mobilisasi pemilih. Penelitian ini menggunakan teori transfer legitimasi untuk menjelaskan bagaimana dukungan simbolik berperan penting dalam mempercepat penerimaan publik terhadap kandidat baru. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi politik yang strategis, kolaboratif, dan adaptif dapat menghasilkan kemenangan dalam waktu singkat.

References

Ali, A. K. (2024, November 28). Respati-Astrid unggul di kandang banteng, akhiri dominasi PDIP di Solo. Disway.id. Retrieved from https://jateng.disway.id/amp/703436/respati-astrid-unggul-di-kandang-banteng-akhiri-dominasi-pdip-di-solo/16

Arifin, A. (2011). Komunikasi politik: Paradigma, teori, dan strategi. Remaja Rosdakarya.

Chadwick, A. (2017). The hybrid media system: Politics and power. Oxford University Press.

Fatmawati. (2021). Kampanye politik: Sebuah pendekatan fenomenologi. Amerta Media.

Irawan, S. (2017). Pengaruh konsep diri terhadap komunikasi interpersonal mahasiswa. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(1), 39–48. https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2017.v7.i1.p39-48

KPU Kota Surakarta. (2024, August 29). Pendaftaran bapaslon walikota dan wakil walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto dan Astrid Widayani. Kpu.go.id. Retrieved from https://kota-surakarta.kpu.go.id/blog/read/pendaftaran-bapaslon-walikota-dan-wakil-walikota-surakarta-respati-achmad-ardianto-dan-astrid-widayani

Loader, B. D., & Mercea, D. (2011). Networking democracy? Social media innovations and participatory politics. Information, communication & society, 14(6), 757-769.

McAllister, I. (2007). The personalization of politics. In R. J. Dalton & H.-D. Klingemann (Eds.), The Oxford handbook of political behavior (pp. 571-588). Oxford University Press.

McNair, B. (2017). An introduction to political communication. Routledge.

Mefalopulos, P. (2008). Development communication sourcebook: Broadening the boundaries of communication. World Bank Publications.

Mietzner, M. (2016). Coercing loyalty: Coalitional presidentialism and party politics in Jokowi's Indonesia. Contemporary Southeast Asia, 209-232.

Panagopoulos, C. (2013). Campaign duration and election outcomes. Politics and Governance, 1(1), 66-73.

Robertson, R.. (1995). Glocalization: Time-space and homogeneity-heterogeneity. In M. Featherston, S. Lash, & R. Robertson (Eds.), Global modernities (pp. 25-44). SAGE.

Scammell, M. (2014). Consumer democracy: The marketing of politics. Cambridge University Press.

Sembiring, Bellisa, & Adiputra, W. M. (2013). Strategi komunikasi digital UMKM dalam meningkatkan brand awareness di Surakarta (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Stevenson, R. T., & Vavreck, L. (2000). Does campaign length matter? Testing for cross-national effects. British Journal of Political Science, 30(2), 217-235.

Street, J. (2001). Mass media, politics and democracy. Palgrave.

Suaedy, A. (2014). Relawan politik dalam pemilu: Dari gerakan akar rumput ke oligarki. Jurnal Prisma, (2), 61–78.

Syauket, M. (2022). Peran relawan dalam kontestasi politik lokal. Jurnal Demokrasi, 20(1), 75–88.

Tapsell, R. (2015). Indonesia’s Media Oligarchy and the “Jokowi Phenomenon.” Indonesia, 99, 29–50.

Tomsa, D. (2014). Party system fragmentation in Indonesia: The subnational dimension. Journal of East Asian Studies, 14(2), 249-278.

Ufen, A. (2011). Direct local elections and the fragmentation of party organization in Indonesia. In APSA 2011 Annual Meeting Paper. Retrieved from SSRN: https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1902002

Vaccari, C. (2013). Digital politics in Western democracies: A comparative study. Johns Hopkins University Press.

Wasita, A. (2025, January 25). KPU Surakarta tetapkan Respati-Astrid sebagai pemenang Pilkada 2024. Retrieved from https://www.antaranews.com/berita/4573474/kpu-surakarta-tetapkan-respati-astrid-sebagai-pemenang-pilkada-2024

Downloads

Published

2026-03-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Strategi Komunikasi Politik Respati Memenangkan Pilkada Solo 2024 dalam Waktu Singkat. (2026). Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 8(2), 348-364. https://doi.org/10.24076/pikma.2026v8i2.2203