Manajemen Krisis Rumah Sakit RSUD Ryacudu Lampung Utara dalam Memperkuat Ketahanan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Authors

  • Della Monica Univeritas Muhammadiyah Kotabumi
  • Suwardi Universitas Muhammadiyah Kotabumi

DOI:

https://doi.org/10.24076/pikma.2026v8i2.2358

Keywords:

Manajemen krisis, kearifan lokal, ekonomi kreatif

Abstract

Organisasi profit maupun non-profit tidak akan terhindar dari krisis. Krisis harus di-manage dengan baik jika organisasi memiliki harapan untuk bertahan dan berkelanjutan. Namun, pada kenyataanya masih banyak organisasi atau instansi yang tidak dapat menangani krisis secara tepat dan cepat. Krisis tidak bisa dipangan dengan sebelah mata, krisis mampu menghancurkan citra, reputasi, kredibilitas bahkan kebangkrutan pada organisasi. Namun, jika penagan krisis dengan tepat dan cepat akan berdampak positif untuk organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis manajemen krisis yang telah dilakukan oleh RSUD Mayjen MH Ryacudu Koatabumi, Lampung Utara dalam meperkuat ketahanan ekonomi kreatif berbasis Nemui Nyimah. Penelitian menerapkan SMCR (Source- Message- Channel- Receiver) yang bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi yang dilakukaan saat pra-krisis, responsi krisis dan pasca-krisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa RSUD Ryacudu tidak melakukan crisis communication plan,  crisis planning dan critical communication relationship. Serta tidak melakukan follow up setelah krisis.

References

Aji. (2025, March 17). Unik, OB rumah sakit di Lampung bisa racik obat untuk pasien. TVRI News. https://daerah.tvrinews.com/berita/t7zznxk-unik-ob-rumah-sakit-di-lampung-bisa-racik-obat-untuk-pasien

Awalia, M. O., & Komsiah, S. (2024). Analisis manajemen krisis: Studi kasus pada PT Indofood Indonesia Indomie. Ikraith Humaniora, 8(2), 488–501. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v8i2

Blaabjerg, M., Ågård, A. S., & Lisby, M. (2024). How does a nursing crisis management intervention impact relatives’ experiences in two trauma centres? A time-series study. International Journal of Nursing Studies Advances, 6, 100197. https://doi.org/10.1016/j.ijnsa.2024.100197

Calon, K., et al. (2025). Membangun citra politik melalui Instagram (Studi kasus dramaturgi personal branding Andika-Hendrar). [Nama Jurnal], 6(1), 750–759.

Coombs, W. T. (2007). Crisis management and communications. Institute for Public Relations. http://hdl.handle.net/123456789/96

Cutlip, S. M., Center, A. H., Broom, G. M., & Sha, B.-L. (2013). Effective public relations (11th ed.). Pearson.

Danim, S. (2002). Menjadi peneliti kualitatif (Ed. II). CV Pustaka Setia.

Doern, R. (2016). Entrepreneurship and crisis management: The experiences of small businesses during the London 2011 riots. International Small Business Journal, 34(3), 276–302. https://doi.org/10.1177/0266242614553863

Jefkins, F. (2018). Public relations for management success. Routledge.

Johansson, B. J. E., & Eriksson, P. (2024). A maturity model to guide inter-organisational crisis management and response exercises. International Journal of Disaster Risk Reduction, 106, 104413. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2024.104413

Kasali, R. (2003). Manajemen public relations: Konsep dan aplikasinya di Indonesia. Pustaka Utama Grafiti.

Kriyantono, R. (2015). Public relations, issue & crisis management: Pendekatan critical public relations, etnografi kritis & kualitatif (Edisi pertama). Prenamedia Group.

Malinda, T., & Manarung. (2015). Strategi divisi public relations dalam manajemen krisis (Studi deskriptif kualitatif strategi manajemen krisis divisi public relations PT PLN Persero Wilayah Sumatera Utara). Public Relations SP-Communication. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/53992

Morissan. (2010). Manajemen public relations: Strategi menjadi humas profesional (1st ed.). Kencana.

Neuman, W. L. (2007). Basics of social research: Qualitative and quantitative approaches (2nd ed.). Pearson/Allyn & Bacon.

Nova, F. (2017). Crisis public relations. Rajawali Pers.

O’Reilly, D., Leitch, C. M., Harrison, R. T., & Lamprou, E. (2015). Leadership, authority and crisis: Reflections and future directions. Leadership, 11(4), 489–499. https://doi.org/10.1177/1742715015596641

Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.

Pratt, A. M. G., & Bowman, C. B. (2012). Case studies in crisis communication. Routledge.

Prayudi. (1998). Strategi komunikasi organisasi dalam menghadapi krisis. Paradigma.

Purnawaningwulan, M. M. (2011). Public relations dan manajemen. Jurnal UNIKOM, 11(2).

Ruslan, R. (2014). Manajemen public relations & media komunikasi (Ed. II). PT Raja Grafindo Persada.

Sanders, K., Nguyen, P. T., Bouckenooghe, D., Rafferty, A. E., & Schwarz, G. (2024). Human resource management system strength in times of crisis. Journal of Business Research, 171, 114365. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2023.114365

Savitri, Z. (2020). Manajemen issue dan krisis PR. https://www.academia.edu/17982914/Krisis_Perusahaan_serta_tahapan_dan_strategi_pengelolaan_krisis_bagi_PR

Suryani, I., & Sagiyanto, A. (2018). Strategi manajemen krisis public relations PT Blue Bird Group. Communication, 9(1), 103–114. https://doi.org/10.36080/comm.v9i1.624.

Downloads

Published

2026-03-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Manajemen Krisis Rumah Sakit RSUD Ryacudu Lampung Utara dalam Memperkuat Ketahanan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal. (2026). Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 8(2), 414-430. https://doi.org/10.24076/pikma.2026v8i2.2358