ANALISIS KOMPARATIF METODE CERTAINTY FACTOR DAN FUZZY MAMDANI PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT PARU-PARU
DOI:
https://doi.org/10.24076/joism.2026v8i1.2697Keywords:
Sistem Pakar, Certainty Factor, Fuzzy Mamdani, Diagnosis Penyakit Paru-Paru, Artificial IntelligenceAbstract
Penyakit paru-paru seperti Tuberkulosis, Pneumonia, dan Bronkitis masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan karena memiliki tingkat kasus yang tinggi serta gejala yang hampir serupa sehingga menyebabkan ketidakpastian dalam proses diagnosis awal. Kondisi tersebut semakin sulit ditangani pada daerah dengan keterbatasan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, termasuk di Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung keputusan berbasis Artificial Intelligence untuk membantu tenaga kesehatan dalam melakukan diagnosis awal dan mendukung kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa metode Certainty Factor dan Fuzzy Mamdani dalam mendiagnosis penyakit paru-paru berdasarkan tingkat keyakinan hasil diagnosis dan kestabilan nilai yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Jadi Rejo dengan menggunakan data gejala, penyakit, dan nilai keyakinan pakar yang diperoleh melalui observasi, wawancara tenaga kesehatan, serta studi literatur. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pembentukan basis pengetahuan, implementasi metode Certainty Factor dan Fuzzy Mamdani, pengujian sistem berbasis web, serta analisis perbandingan hasil diagnosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Certainty Factor menghasilkan nilai diagnosis tertinggi sebesar 1,00 dan nilai 0,96 pada Tuberkulosis Paru, namun menghasilkan nilai tidak valid sebesar 1,195 pada Tuberkulosis Pneumonia. Sementara itu, metode Fuzzy Mamdani menghasilkan nilai yang lebih stabil dengan rentang 0,70 hingga 1,00 pada seluruh data uji. Berdasarkan hasil tersebut, metode Fuzzy Mamdani dinilai lebih konsisten dalam menangani ketidakpastian gejala karena seluruh hasil diagnosis berada pada rentang valid. Penelitian ini diharapkan dapat membantu proses diagnosis awal penyakit paru-paru dan mendukung penyuluhan kesehatan masyarakat di Kecamatan Way Pengubuan.
References
[1] I. I. J. R. A. Ma’rifat and I M. Suraharta, "Global Programme on Tuberculosis and Lung Health," WHO, 2025. Available: https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2025
[2] H. Edward, "Model of Inexact Shortliffe," Artificial Intelligence, vol. 379, pp. 351–379, 1975.
[3] L. A. Zadeh, "Fuzzy sets," Information and Control, vol. 8, no. 3, pp. 338-353, 1965, doi: 10.1016/S0019-9958(65)90241-X.
[4] W. K. Azizah and D. Y. Niska, "Penerapan Metode Certainty Factor untuk Mengidentifikasi Penyakit Paru-Paru pada Manusia Berbasis Web," J. SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer), vol. 23, no. 1, p. 46, 2024, doi: 10.53513/jis.v23i1.9506.
[5] I. R. Yansyah, D. M. U. Atmaja, A. R. Hakim, and N. Suwaryo, "Implementasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Lambung Menggunakan Pendekatan Fuzzy Mamdani Berbasis Website," J. JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), vol. 9, no. 2, pp. 748–756, 2025, doi: 10.35870/jtik.v9i2.3534.
[6] N. L. Yadav, S. Singh, R. Kumar, and D. K. Nishad, "Transfer learning with fuzzy decision support for multi-class lung disease classification: performance analysis of pre-trained CNN models," Scientific Reports, vol. 15, no. 1, 2025, doi: 10.1038/s41598-025-19114-3.
[7] T. Kettle, T. M. McKeever, S. Gonem, G. Figueredo, and I. Bogdanovica, "Fuzzy logic in respiratory medicine: a systematic review of predictive and diagnostic applications," Int. J. Med. Inform., vol. 212, p. 106347, 2026, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2026.106347.
[8] N. Aini, R. Ramadiani, and H. R. Hatta, "Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Tuberkulosis," Informatika Mulawarman: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, vol. 12, no. 1, p. 56, 2017, doi: 10.30872/jim.v12i1.224.
[9] Rodiah, E. Haryatmi, and M. Y. Mashuri, "Penerapan Fuzzy Logic Inference System Metode Sugeno Sebagai Penunjang Diagnosis Kanker Paru," Jurnal Telematika, vol. 14, no. 1, 2020.
[10] M. Jhondry and S. Hansun, "Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pernapasan dengan Metode Certainty Factor," STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), vol. 9, no. 2, p. 164, 2024, doi: 10.30998/string.v9i2.23361.
[11] A. Afandi and R. Rustam, "Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Kelapa Sawit Dengan Metode Fuzzy Mamdani Dan Certainty Factor (Studi Kasus: Kelompok Tani Desa Banjar Kertarahayu)," J. Info dan Komput., vol. 8, no. 2, pp. 1–12, 2020, doi: 10.35959/jik.v8i2.179.
[12] A. Afandi and D. M. Efendi, "Broiler Expert System using Fuzzy Max, Certainty Factor and Forward Chaining Method," International Journal of Advanced Science and Technology, vol. 13, no. 2, pp. 2440–2453, 2020.
[13] A. A. Nabila and A. Desiani, "Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tuberkulosis Dengan Metode Certainty Factor," J. Artif. Intell. Softw. Eng., vol. 3, no. 1, p. 1, 2023, doi: 10.30811/jaise.v3i1.3901.
[14] M. F. S. Darsin, "Perancangan sistem pendiagnosa dengan METODE CASE BASED REASONING (CBR)," J. Sist. Inf. dan Sains Teknol., vol. 1, no. 2, pp. 1–7, 2019.
[15] A. Afandi and D. M. Efendi, "Implementasi Sistem Pakar Metode Forward Chaining dan Certainty Factor pada Ayam Pedaging," Techné Jurnal Ilmiah Elektroteknika, vol. 19, no. 02, pp. 101–112, 2020. Available: https://seminar.iaii.or.id/index.php/SISFOTEK/article/view/241
[16] Y. H. Agustin, A. Mulyani, and P. Sopandi, "Implementasi Metode Certainty Faktor Pada Sistem Diagnosa Penyakit Ayam Pedaging (Broiler)," J. Algoritma, vol. 21, no. 2, pp. 332–342, 2024, doi: 10.33364/algoritma/v.21-2.1526.
[17] D. Amni, "Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Pemilihan Bidang Pekerjaan Sesuai Kompetensi (Studi Kasus Di Atak Kerinci)," Simtika, vol. 6, no. 2, pp. 15–22, 2023. Available: https://ejournal.undhari.ac.id/index.php/simtika/article/view/1121
[18] F. A. Sihombing, "Kajian Fuzzy Metode Mamdani dan Fuzzy Metode Sugeno serta Implementasinya," Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 4, no. 4, pp. 4940–4955, 2024.
[19] R. S. Putra and Y. Yuhandri, "Sistem Pakar dalam Menganalisis Gangguan Jiwa Menggunakan Metode Certainty Factor," J. Sistim Inf. dan Teknol., vol. 3, pp. 227–232, 2021, doi: 10.37034/jsisfotek.v3i4.70.
[20] N. S. W. Ginting and A. S. RMS, "Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kacang Kedelai Menggunakan Metode Certainty Factor," J. KomtekInfo, vol. 5, no. 2, pp. 36–41, 2018, doi: 10.35134/komtekinfo.v5i2.23.
[21] P. Krause and D. Clark, "The Certainty Factor Model," Representing Uncertain Knowledge, no. 1, pp. 52–67, 1993, doi: 10.1007/978-94-011-2084-5_3.
[22] S. Maryana and D. Suhartini, "Implementasi Certainty Factor Untuk Diagnosa Penyakit Sapi," Chain J. Comput. Technol. Comput. Eng. Informatics, vol. 1, no. 1, pp. 14–20, 2023, doi: 10.58602/chain.v1i1.5.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Information System Management (JOISM)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








