Media Sosial sebagai Saluran Aspirasi Kewargaan: Studi Pembahasan RUU Cipta Kerja

Main Article Content

Bambang Arianto

Abstract

Artikel ini bertujuan mengelaborasi peran media sosial sebagai saluran aspirasi kewargaan. Dikarenakan media sosial telah berperan dalam setiap sektor kehidupan kewargaan, seperti saluran informasi, interaksi, partisipasi, dan desentralisasi. Media sosial kemudian dipergunakan sebagai saluran untuk menyampaikan berbagai aspirasi warga negara dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Berbagai komentar dukungan hingga penolakan yang konstruktif dan argumentatif hadir di media sosial sebagai bentuk partisipasi kewargaan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan berbasis data Drone Emprit yaitu aplikasi untuk menganalisis percakapan warganet di media sosial. Dengan demikian artikel ini berpendapat bahwa media sosial dapat berkontribusi positif sebagai saluran aspirasi kewargaan terutama dalam pembahasan RUU Cipta Kerja (Omnibus Law).


Kata Kunci: Media Sosial, Aspirasi Publik, Omnibus Law

Article Details

How to Cite
Arianto, B. (2021). Media Sosial sebagai Saluran Aspirasi Kewargaan: Studi Pembahasan RUU Cipta Kerja. Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 3(2), 107-127. https://doi.org/10.24076/pikma.v3i2.469
Section
Articles

References

Abubakar, A. A. (2012). Political participation and discourse in social media during the 2011 Presidential Electioneering. The Nigerian journal of communication, 10(1), 96-116.

Adji, W. S., Bashith, A., Nasith, A., & Amin, S. (2019). Identification of Social Symptoms Using the Drone Emprit Academic as a Support for Statistical Literacy. Abjadia: International Journal of Education, 04(02), 97–106.

Arianto, B. (2019). Kontestasi Relawan Teman Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Journal of Social Politics and Governance, 1(1), 40-55.

_______ (2020a). Salah Kaprah Ihwal Buzzer : Analisis Percakapan Warganet di Media Sosial. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan (JIIP) Undip, 5 (1), 1–20.

_______ (2020b). Analisis Peran Buzzer Media Sosial dalam Memperkuat Kampanye Petani Milenial. Jurnal Riset Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 01 (02), 168-187.

_______ (2020c). Pemanfaatan Aplikasi Drone Emprit Academic dalam Menganalisis Opini Publik di Media Sosial. Journal of Social Politics and Governance, 2(2), 177-191.

Bennett, W. L. (2012). The personalization of politics: Political identity, social media, and changing patterns of participation. The annals of the American academy of political and social science, 644(1), 20-39.

Bentivegna, S. (2006). Rethinking politics in the world of ICTs. European journal of communication, 21(3), 331-343.

Castells, M. (2001) The Internet Galaxy. Oxford: Oxford University Press.

Chandra, E. (2018). Youtube, Citra Media Informasi Interaktif Atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(2), 406-417.

Cnnindonesia.com. (2020). https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200508201138-12-501485/kronologi-prank-sembako-ke-waria-youtuber-ferdian-paleka

Coleman, S., Taylor, J. A., & Van de Donk, W. (1999). Parliament in the Age of the Internet. Parliamentary Affairs, 52(3), 365-370.

Effing, R., Van Hillegersberg, J., & Huibers, T. (2011, August). Social media and political participation: are Facebook, Twitter and YouTube democratizing our political systems?. In International conference on electronic participation (pp. 25-35). Springer, Berlin, Heidelberg.

Enikolopov, R., Makarin, A., & Petrova, M. (2019). Social media and protest participation: Evidence from Russia. Available at SSRN 2696236.

Fahmi. I. (2019). Drone Emprit : Software for Social Media Monitoring and Analytics. Available at http://pers.droneemprit.id

Gil de Zúñiga, H., Molyneux, L., & Zheng, P. (2014). Social media, political expression, and political participation: Panel analysis of lagged and concurrent relationships. Journal of communication, 64(4), 612-634.

Howard, Philip N., and Malcolm R. Parks. "Social media and political change: Capacity, constraint, and consequence." (2012): 359-362.

Jati, W. R. (2016). Aktivisme kelas menengah berbasis media sosial: Munculnya relawan dalam pemilu 2014. Jurnal Sosial dan Ilmu Politik.

Kaplan, A & Michael Haenlein (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53 (1), 59–68.

Lee, F. L., Chen, H. T., & Chan, M. (2017). Social media use and university students’ participation in a large-scale protest campaign: The case of Hong Kong’s Umbrella Movement. Telematics and Informatics, 34(2), 457-469.

Lewis, S., Pea, R., & Rosen, J. (2010). Beyond participation to co-creation of meaning: mobile social media in generative learning communities. Social Science Information, 49(3), 351-369.

Literat, I., Kligler-Vilenchik, N., Brough, M., & Blum-Ross, A. (2018). Analyzing youth digital participation: Aims, actors, contexts and intensities. The Information Society, 34(4), 261-273.

Luna-Reyes, L. F. (2017). Opportunities and challenges for digital governance in a world of digital participation. Information polity, 22(2-3), 197-205.

Loader, Brian D., and Dan Mercea. "Networking democracy? Social media innovations and participatory politics." Information, Communication & Society 14, no. 6 (2011): 757-769.

McQuail, D. (2005) McQuail’s Mass Communication Theory. Fifth Edition London. SAGE Publications Ltd.

Perangin-angin, L. L., & Zainal, M. (2018). Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Bingkai Jejaring Sosial Di Media Sosial. Jurnal Aspikom, 3(4), 737-754.

Rcfra.org. (2021). https://rcfra.org/2021/03/19/5-besar-platform-media-sosial-terfavorit-di-indonesia/

Rishika, R., Kumar, A., Janakiraman, R., & Bezawada, R. (2013). The effect of customers' social media participation on customer visit frequency and profitability: an empirical investigation. Information systems research, 24(1), 108-127.

Suharso, P. (2019). Pemanfaatan Drone Emprit dalam Melihat Trend Perkembangan Bacaan Digital melalui Akun Twitter. Anuva, 3(4), 333–346.