ANALISIS PENIPUAN TAUTAN UNDANGAN WHATSAPP DI ERA DIGITAL BERBASIS PMT
DOI:
https://doi.org/10.24076/joism.2026v8i1.2587Keywords:
penipuan digital, phishing WhatsApp, Protection Motivation Theory, keamanan digital, literasi digitalAbstract
Perkembangan komunikasi digital melalui aplikasi WhatsApp telah meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya penipuan berbasis tautan undangan palsu yang memanfaatkan rekayasa sosial untuk mencuri data pribadi dan mengambil alih akun pengguna. Fenomena ini semakin meningkat seiring rendahnya literasi keamanan digital masyarakat serta tingginya intensitas penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modus penipuan tautan undangan WhatsApp dan menjelaskan perilaku protektif pengguna berdasarkan Protection Motivation Theory (PMT). Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui penelaahan jurnal ilmiah, artikel akademik, laporan keamanan siber, dan penelitian terdahulu yang relevan pada rentang tahun 2020–2025. Literatur dipilih berdasarkan kesesuaian topik, relevansi terhadap phishing WhatsApp, dan keterkaitan dengan aspek perilaku pengguna digital. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi tema utama yang kemudian dipetakan ke dalam konstruk PMT, yaitu perceived severity, perceived vulnerability, response efficacy, dan self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penipuan tautan undangan WhatsApp berhasil memanfaatkan rendahnya persepsi kerentanan pengguna, tingginya kepercayaan sosial terhadap pesan personal, serta terbatasnya kemampuan pengguna dalam mengenali indikasi phishing digital. Selain itu, pengguna yang memiliki literasi keamanan digital dan efikasi diri yang baik cenderung lebih mampu melakukan tindakan protektif, seperti memverifikasi identitas pengirim dan menghindari tautan mencurigakan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami hubungan antara faktor psikologis pengguna dan ancaman phishing digital, sekaligus menjadi dasar pengembangan edukasi keamanan digital berbasis perilaku pengguna.
References
[1] A. P. M. C. Sitorus and A. Astono, “Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH),” Arus J. Sos. dan Hum., vol. 4, no. 1, pp. 157–162, 2024, doi: https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i1.
[2] A. Desi, T. Ambodo, and A. Tohawi, “Pengaruh Media Sosial terhadap Peningkatan Kejahatan Siber di Indonesia,” Islam. Law J. Siyasah, vol. 9, no. 2, pp. 118–131, 2024, doi: 10.53429/iljs.v9i2.858.
[3] A. N. Luthiya, B. Irawan, and R. Yulia, “Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Pengaturan Pencurian Data Pribadi Sebagai Penyalahgunaan Teknologi Komunikasi Dan Informasi,” J. Huk. Pidana dan Kriminologi, vol. 2, no. 2, pp. 1–10, 2021, doi: 10.51370/jhpk.v2i2.43.
[4] A. D. Wijaya and T. P. Anggriawan, “Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Dalam Penggunaan Aplikasi di Smartphone,” Inicio Legis, vol. 3, no. 1, pp. 63–72, 2022, doi: 10.21107/il.v3i1.14873.
[5] D. A. Puanandini, A. S. R. Sapaat, M. R. P. Ramadhan, D. P. Punggawa, and D. I. Purnama, “Ham Perlindungan Data Pribadi Tantangan Dan,” MEDIA Akad., vol. 3, no. 7, 2025, doi: https://doi.org/10.62281/v3i7.2598.
[6] K. Isadora, N. P. Aqila, H. Gustina, A. Nabila, and Nurfitriana, “Analisis Modus Phising terhadap Whatsapp,” J. Akuntansi, Bisnis dan Ekon. Indones., vol. 3, no. 2, pp. 45–52, 2024, doi: https://doi.org/10.30630/jabei.v3i2.243.
[7] F. H. Rahmadani, H. C. Sutany, M. R. Aditya, M. A. Fajar, Y. U. Dari, and Fauziyah, “Cybercrime: Analisis Dan Mitigasi Resiko Penipuan Tilang Online Melalui Aplikasi WhatsApp (WA),” J. Sist. Inf. Galuh, vol. 3, no. 1, 2025, doi: 10.25157/jsig.v3i1.4124.
[8] Wahyuddin, L. F. Ersa, G. Aningsih, T. Hidayat, and A. F. Sonni, “Network Analysis of Online Fraud Communication Through Social Media Whatsapp Messenger,” J. Netnografi Komun. Vol.2, vol. 2, no. 2, pp. 73–90, 2024, doi: https://doi.org/10.59408/jnk.v2i2.27.
[9] A. Trianurahmah, A. Fauzi, E. N. Tyas, M. A. Suryanto, M. Rizky, and P. Wibisono, “Analisis Ancaman Pishing Melalui Aplikasi WhatsApp: Studi Kasus Manajemen Sekuriti Waspadai Maraknya Kejahatan Phising Dengan Modus Berbasis Link,” Orbit J. Ilmu Multidisiplin Nusant., vol. 1, no. 2, pp. 60–74, 2024, doi: 10.63217/orbit.v1i2.81.
[10] F. Hasna, “Analisis Kejahatan Phising dengan Modus Link Undangan Pernikahan Pada Aplikasi,” 2024, [Online]. Available: https://online-journal.unja.ac.id/Pampas/article/view/17704
[11] D. N. Ayman and N. Lucky, “Analisis Kejahatan Siber Sniffing Pada Media Sosial Whatsapp,” Anomie, vol. 7, pp. 35–49, 2025, [Online]. Available: https://jom.fisip.budiluhur.ac.id/anomie/article/view/559%0Ahttps://jom.fisip.budiluhur.ac.id/anomie/article/download/559/289
[12] N. Anwar and I. Riadi, “Analisis Investigasi Forensik WhatsApp Messanger Smartphone Terhadap WhatsApp Berbasis Web,” J. Ilm. Tek. Elektro Komput. dan Inform., vol. 3, no. 1, pp. 1–10, 2017, doi: 10.26555/jiteki.v3i1.6643.
[13] M. W. A. Prastya et al., “Analisis Ancaman Pishing melalui Aplikasi WhatsApp: Review Metode Studi Literatur,” J. Nas. Komputasi dan Teknol. Inf., vol. 7, no. 3, pp. 190–197, 2024, doi: 10.32672/jnkti.v7i3.7551.
[14] N. S. Sulaiman, M. A. Fauzi, S. Hussain, and W. Wider, “Cybersecurity Behavior among Government Employees: The Role of Protection Motivation Theory and Responsibility in Mitigating Cyberattacks,” Inf., vol. 13, no. 9, pp. 1–17, 2022, doi: 10.3390/info13090413.
[15] R. Rudi, “An Analysis of Phishing Susceptibility Through the Lens of Protection Motivation Theory,” pp. 1–65, 2023, [Online]. Available: https://uia.brage.unit.no/uia-xmlui/handle/11250/3080484%0Ahttps://uia.brage.unit.no/uia-xmlui/bitstream/handle/11250/3080484/no.uia:inspera:143804570:36975082.pdf?sequence=1
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Information System Management (JOISM)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








